TALULAR: Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran AUD

Pembelajaran pada hakekatnya merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur atau komponen yang saling terkait,  saling mempengaruhi, saling ketergantungan, saling menerobos antara satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan. Komponen-komponen pembelajaran tersebut terdiri dari komponen input dalam hal ini siswa/anak, proses pembelajaran, dan komponen output yaitu lulusan atau keluaran sebagai hasil proses pembelajaran yang dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran (komponen proses), berlangsungnya pembelajaran yang efektif sangat dipengaruhi dukungan input lain yaitu instrumental input (guru, kurikulum, metode, media, sumber belajar, penilaian) dan environmental input (lingkungan fisik, sosial dan budaya). Demikian pula halnya  dalam konteks pembelajaran anak usia dini.

Salah satu komponen yang mempengaruhi mutu dan efektivitas pembelajaran di lembaga PAUD adalah tersedianya media atau sumber belajar yang lengkap. Tersedianya media atau sumber belajar akan memfasilitasi anak dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangannya (kognitif, bahasa, fisik-motorik, nilai-nilai agama, moral, dan sosial emosional) secara holistik.

Dalam realitasnya, guru atau pendidik PAUD sering dihadapkan pada permasalahan tidak tersedianya media dan sumber belajar yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran dilembaga-lembaga PAUD. Pertanyaannya, perlukah guru PAUD mengeluh dengan segala keterbatasan media di lembaganya? Tentu saja jawabannya, “TIDAK….TIDAK…DAN TIDAK!!!

Apa yang menjadi alasan penulis mengatakan demikian? Salah satu jawabannya adalah telah dikembangkannya model pengembangan/pemilihan media yang dinamai ” TALULAR”. TALULAR ini kependekan dari Teaching And Learning Using Locally AvailableResources. Jika disederhanakan maknanya belajar dan mengajar dengan menggunakan sumber-sumber belajar lokal yang tersedia. Talular ini dikembangkan oleh seorang pendidik berkebangsaan Inggris yang berdomisili di Zambia, Afrika Selatan.

Penulis kebetulan pernah diundang berdiskusi dan mengikuti workshop Talular ini, difasilitasi oleh British Council Indonesia selama 7 hari di Shangrila Hotel Jakarta. Mengagumkan, sesuatu yang bagi kita sendiri bukan hal yang baru namun penulis memperoleh ilmu dan pengalaman yang sangat mendalam, sebaik pesan bahwa sesederhana apapun suatu teori jika dibarengi dengan kesungguhan, penghayatan, komitmen untuk menerapkannya maka dampaknya sangat luar biasa, amazing…., joyful…., powerful…., meaningful.

Talular dalam konteks Indonesia sering diistilahkan dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Lagi-lagi penulis ingin menegaskan bahwa Talular bukan sesuatu yang baru dalam khazanah pembelajaran di Indonesia. Pengembangan modelnya Andy Byers menegaskan, “is Talular something new?”. Jawabannya tegas, “No”.  Namun tentu saja secara implementatif ada prosedur sistematis yang perlu ditempuh dan diikuti sebagai kekhasan dan keunikan prosedural model ini.

Secara konseptual, Association for Educational Communication and Technology (AECT) telah mendefinisikan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah segala sesuatu berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan yang digunakan baik secara terpisah maupun dikombinasikan untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa. Definisi tersebut menyiratkan secara jelas bahwa media atau sumber belajar anak itu pada dasarnya sangat beragam dan bukan hanya guru atau buku. Sumber-sumber belajar tersebut ada dan tersebar di sekitar kita.  Ini yang semakin memperkuat bahwa Talular bukanlah sesuatu yang baru karena secara konseptual AECT sudah meletakkan dasar dan fundasi yang sangat kokoh.

Terlepas dari pandangan bahwa Talular bukan sesuatu yang baru, namun pada prinsipnya model pengembangan/pemilihan media pembelajaran ini menekankan bahwa guru harus secara kreatif mengembangkan dan memilih sumber-sumber belajar atau media yang tersedia di lingkungan sekitar apapun bentuk dan ragamnya. Ranting-ranting pohon,  yang berserakan di sekitar kebun sekolah dapat dikreasi menjadi media pembelajaran misalnya untuk membuat model rumah (rumah-rumahan) dan lain sebagainya. Demikian juga, dedaunan, kertas bekas, dus bekas, botol bekas dan lain sebagainya.

Salah satu azas pembelajaran/didaktik pembelajaran anak usia dini adalah prinsip kekongkritan atau keperagaan dalam arti pembelajaran anak harus menyuguhkan pengalaman-pengalaman belajar yang nyata sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna (meaningful). Adapun fasilitas atau sarana yang dapat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna itu adalah media atau sumber belajar yang secara kreatif dipilih dan dihasilkan oleh guru.

Adapun manfaat Talular ini adalah sebagai berikut.

  • Melengkapi isi atau materi yang terdapat pada buku melalui perluasan dengan sumber-sumber lain seperti manusia, binatang, tanaman, dan sumber-sumber lain berupa benda atau bukan benda yang diperlukan melalui pendekatan yang menyeluruh.
  • Membantu menjelaskan dan menyederhanakan konsep-konsep yang sulit dipahami.
  • Memotivasi belajar anak.
  • Mengembangkan kreativitas siswa.
  • Menyediakan pengalaman langsung sesuai dengan kenyataan yang ada pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
  • Memperkenalkan berbagai variasi dan belajar dan mengajar.
  • Membantu mengatasi keterbatasan-keterbatasan kelas dengan membuat yang tidak dapat diakses menjadi mudah diakses.
  • Mendorong partisispasi aktif dalam pelajaran, khususnya pada saat mereka mengobservasi, menguji dan memanipulasi sumber-sumber Talular yang tersedia.
  • Mengefisiensikan biaya pengadaan sumber-sumber belajar.
  • Membantu memberi kepuasan terhadap keingintahuan anak.

Demikian sekilas tentang Talular for EarlyChildhood Education.

Oleh, Badruzzaman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*