Makassar, Tribunnews.com – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) menggelar Workshop Seni Musik, Gerak, dan Lagu pada Selasa (25/11/2025) di Laboratorium Terpadu PGPAUD FIP UNM. Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas mahasiswa melalui penguatan ekspresi seni, yang menjadi kompetensi esensial bagi calon pendidik PAUD.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber Dr. Phil. Leli Kurniawati, M.Mus, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang dikenal sebagai pakar pendidikan seni dan musik anak usia dini. Dalam sesi pemateriannya, Dr. Leli mengajak peserta mengeksplorasi teknik dasar musik, gerak tubuh, serta lagu sebagai pendekatan pembelajaran kreatif di kelas PAUD. “Musik dan gerak bukan hanya hiburan, tetapi media pedagogis yang mampu menstimulasi perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak secara terpadu,” ungkap Dr. Leli di hadapan puluhan mahasiswa yang hadir.

Ia juga menekankan urgensi bagi guru PAUD untuk menguasai kompetensi artistik yang aplikatif, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Sesi workshop berlangsung secara interaktif, meliputi praktik bermain musik, menciptakan gerak, hingga memadukan lagu dengan aktivitas pembelajaran sehari-hari. Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian, mulai dari diskusi hingga simulasi langsung.
Ketua Program Studi PGPAUD FIP UNM, Dr. Muhammad Akil Musi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. “Workshop seni seperti ini tidak hanya melatih keterampilan artistik mahasiswa, tetapi juga membentuk kepekaan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran kreatif di kelas PAUD. Mahasiswa perlu dibekali kompetensi seni yang kuat agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang hidup, dinamis, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Akil menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum PGPAUD FIP UNM yang berbasis praktik dan pengalaman langsung. Prodi berharap workshop serupa dapat terus digelar sebagai wadah pengembangan, guna melahirkan generasi pendidik PAUD yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap tuntutan pendidikan masa kini.
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa PGPAUD beserta dosen dan staf terkait, berlangsung hingga sore hari dengan respons positif dari seluruh peserta.
