FIP UPI Sukses Gelar Sarasehan Pendidikan: Refleksi Mutu Pendidikan SD/MI di Kabupaten Mitra INOVASI Jawa Barat

Bandung, 5 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah sukses melaksanakan kegiatan Sarasehan Pendidikan bertema “Merajut Sinergi, Memperkuat Guru, Menghapus Kesenjangan: Refleksi Mutu Pendidikan Jenjang SD/MI di Kabupaten Mitra INOVASI Jawa Barat”. Acara ini digelar sesuai dengan Terms of Reference (ToR) yang telah disusun, bekerja sama dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pada Kamis, 5 Januari 2026, di Auditorium FIP UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung.

Sarasehan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil studi awal (baseline) INOVASI yang dilaksanakan pada pertengahan 2025, melibatkan sekitar 600 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah di 24 kabupaten/kota pada enam provinsi mitra, termasuk Jawa Barat. Studi tersebut bertujuan memotret capaian literasi dan numerasi siswa, kondisi pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung seperti Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dan isu Climate Change (CC). Di Jawa Barat, khususnya kabupaten mitra seperti Cirebon dan Sumedang, temuan studi mengungkap tantangan pemerataan kualitas pendidikan, di mana guru sebagai agen perubahan memainkan peran sentral dalam mengatasi kesenjangan tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti UPI dengan realitas lapangan, melalui dialog antara akademisi, pemangku kebijakan, dan calon guru. Tujuan utama acara mencakup:

  1. Diseminasi data situasi pendidikan di Kabupaten Cirebon dan Sumedang.
  2. Memberikan umpan balik bagi UPI untuk perbaikan kurikulum calon guru.
  3. Penguatan jejaring antara aktor pendidikan kabupaten dengan LPTK.
  4. Forum berbagi solusi inklusif untuk mengatasi kesenjangan mutu pendidikan.

Output yang diharapkan dari sarasehan ini meliputi rekomendasi sinkronisasi kurikulum LPTK dengan kebutuhan lapangan, identifikasi strategi kolaborasi terkait GEDSI dan kesenjangan literasi-numerasi-karakter, serta rencana tindak lanjut kolaborasi antara LPTK dan kabupaten mitra INOVASI Jawa Barat.

Agenda acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pendaftaran, diikuti pembukaan yang mencakup menyanyikan Indonesia Raya, sambutan dari INOVASI, Dekan FIP, dan Rektor UPI (tentative), serta doa dan foto bersama. Selanjutnya, pemaparan hasil studi baseline oleh Tim INOVASI, ulasan dari narasumber kunci, sesi dialog tanya jawab, dan penutupan. Acara dilanjutkan dengan istirahat makan siang serta diskusi rencana tindak lanjut (RTL) bersama kabupaten mitra dan perwakilan UPI hingga pukul 14.30 WIB.

Narasumber utama yang hadir antara lain:

  • Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI)
  • Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat)
  • Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang)
  • H. Ronianto, S.Pd., M.M. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon)
  • Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or. (Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat)
  • Komalasari, S.Pd., M.Pd. (Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat)
  • H. Agus Nasihatul Ahyar, S.Pd.I. (Kepala BDK Bandung)
  • Rasita Ekawati Purba, Ph.D. (Manager MERL INOVASI)

Peserta mencapai ratusan orang dari berbagai instansi, termasuk 15 dosen dari Prodi PGMI, PAUD, dan Pendidikan Khusus UPI, serta 75 mahasiswa S2 dan S3 dari prodi terkait. Dari unit kementerian dan provinsi Jawa Barat, hadir perwakilan dari BBGTK, BBPMP, BDK Bandung, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana, serta organisasi seperti Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Akademi Perlindungan Anak, Himpunan Psikologi Indonesia, dan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia.

Dari Kabupaten Sumedang dan Cirebon, peserta meliputi staf Dinas Pendidikan, Kemenag, Bappeda, serta kelompok seperti K3S, KKG, Pokjawas, Oemah Cirebon Inklusif, Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon, dan fakultas dari universitas setempat. Khusus dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) S1 dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) S2 FIP UPI, Kaprodi serta Sekprodi turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara, berkontribusi dalam diskusi untuk memperkaya perspektif pendidikan inklusif bagi anak usia dini.

Acara ini berhasil menjadi ruang refleksi bersama yang memperkuat komitmen kolaborasi antarpihak dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. FIP UPI terus berperan strategis sebagai LPTK dalam menyiapkan guru berkualitas yang responsif terhadap tantangan GEDSI dan perubahan iklim, guna menghapus kesenjangan pendidikan di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan serupa atau Program Studi PGPAUD/PAUD FIP UPI, silakan kunjungi situs resmi UPI atau hubungi sekretariat fakultas.

Posted in Artikel.