Mahasiswa Magister PAUD FIP UPI Ikuti Silk Road Youth Exchange to China 2025

Guiyang, China, 1 Agustus 2025
Bimbi Lastri Prima Asih, mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI), bersama Aquairus Lief Lauva serta dua dosen pendamping, Dr. Euis Kurniati, M.Pd., dan Dr. Heny Djohaeni, M.Si., turut berpartisipasi dalam program Silk Road Youth Exchange to China 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Guiyang Preschool Education College dan berlangsung selama enam hari penuh dengan aktivitas edukatif, budaya, dan eksploratif yang bertujuan mempererat kerja sama antarbangsa di kawasan Jalur Sutra.

Rangkaian Kegiatan:

Pada Hari Pertama, peserta mengunjungi Guiyang Experimental Preschool, lembaga pendidikan anak usia dini yang menginspirasi dengan pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kemandirian, kematangan emosional, dan pengembangan soft skill sejak dini. Sekolah ini juga dikenal dengan penggunaan berbagai bahan ajar inovatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Hari Kedua diisi dengan kegiatan budaya, di mana peserta diperkenalkan pada kekayaan tradisi Tiongkok melalui praktik langsung seperti membuat lentera, melukis kipas, mencicipi kuliner khas, serta mengenakan pakaian tradisional Han Fu.

Pada Hari Ketiga, peserta diajak mengunjungi Museum Geologi Guiyang untuk mempelajari sejarah geologi dan kehidupan purba di Tiongkok. Pada hari yang sama, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antar lembaga pendidikan, serta kegiatan seni mencetak bangunan bersejarah khas Tiongkok.

Hari Keempat menjadi hari penuh petualangan. Para peserta berkunjung ke Sky Eye, teleskop radio terbesar di dunia, kemudian melanjutkan perjalanan dengan mendaki pegunungan dan menjelajahi gua yang dipenuhi formasi stalaktit dan stalagmit menakjubkan. Kegiatan ditutup dengan pengalaman flying fox dan bermalam di dalam gua sambil menikmati sajian kuliner tradisional dari etnis lokal.

Pada Hari Kelima, peserta kembali ke kota dan berkesempatan mencicipi Hot Sour Soup, masakan khas berbahan dasar ikan segar yang menggugah selera di salah satu restoran terkenal di Guiyang.

Hari Keenam menjadi penutup kegiatan, di mana seluruh peserta mengenakan pakaian adat negara masing-masing, mempresentasikan budaya lokal, dan menampilkan pertunjukan seni yang mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya negara-negara peserta.

Refleksi Peserta:

“Pengalaman ini luar biasa dan sangat menginspirasi. Saya banyak belajar, terutama tentang bagaimana pendidikan usia dini di Tiongkok menanamkan nilai karakter sejak dini. Saya juga sangat terkesan dengan budaya, keramahan, serta semangat kolaborasi dari peserta berbagai negara. Yang paling mengesankan adalah bagaimana masyarakat Tiongkok menjadikan alam sebagai sarana belajar, menanamkan nasionalisme sejak usia dini, dan mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran.”
Bimbi Lastri Prima Asih

Program ini menjadi momen berharga dalam membangun jejaring internasional, memperluas wawasan global generasi muda, serta mempererat hubungan antarbangsa melalui pendidikan dan pertukaran budaya.

Posted in Artikel.