Transformasi Ujian Jadi Inovasi: Mahasiswa PGPAUD FIP UPI Presentasikan Karya Media Pembelajaran Digital Berpotensi HKI

Bandung, 24 Desember 2025
Dalam sebuah terobosan pendidikan yang menggabungkan teknologi dan kreativitas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia menyelesaikan Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran PAUD dengan menghasilkan produk media pembelajaran digital inovatif. Di bawah bimbingan Dr. Rita Mariyana, M.Pd dan Aditya Aditama Putri Hk, M.Pd, para mahasiswa berhasil menciptakan beragam konten edukatif berupa video pembelajaran, komik digital, buku digital, dan games interaktif untuk anak usia dini.

Inovasi Akademik Menuju Produk Berdaya Saing
Ujian Akhir Semester yang berlangsung pada 23 Desember 2025 ini tidak sekadar menguji pemahaman teoritis mahasiswa, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang memiliki nilai ekonomi dan potensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Setiap karya dirancang dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pembelajaran anak usia dini, integrasi teknologi, dan kebutuhan pendidikan era digital.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kreator konten edukatif yang berkualitas,” ungkap Dr. Rita Mariyana, M.Pd, salah satu dosen pengampu. “Setiap karya yang dihasilkan memiliki potensi untuk didaftarkan HKI dan dikembangkan menjadi produk komersial yang dapat memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan anak usia dini.”
Ragam Produk Inovatif untuk Pembelajaran AUD
Para mahasiswa menampilkan kreativitas luar biasa melalui berbagai format media pembelajaran digital:

  1. Video Pembelajaran Interaktif
    Video edukatif dengan animasi menarik, narasi yang ramah anak, dan konten yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak usia dini, mencakup tema-tema seperti literasi awal, numerasi, karakter, dan keterampilan sosial-emosional.
  2. Komik Digital
    Komik interaktif yang menggabungkan storytelling dengan elemen multimedia, membantu anak belajar melalui narasi visual yang menarik dan mudah dipahami.
  3. Buku Digital (E-Book Interaktif)
    Buku digital dengan fitur audio, animasi, dan interaksi sentuh yang memfasilitasi pembelajaran mandiri dan meningkatkan minat baca anak sejak dini.
  4. Educational Games
    Permainan edukatif berbasis digital yang dirancang untuk mengembangkan kognitif, motorik, dan kreativitas anak melalui gameplay yang menyenangkan dan menantang.
    Kontribusi terhadap SDGs: Pendidikan Berkualitas di Era Digital
    Produk-produk yang dihasilkan mahasiswa ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs):
    SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Target 4.2: Memastikan akses terhadap pengembangan, pengasuhan, dan pendidikan pra-sekolah berkualitas
Menyediakan sumber belajar digital yang dapat diakses secara luas dan merata
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Mendorong inovasi teknologi pendidikan
Mengembangkan produk digital yang dapat menjadi solusi pembelajaran jarak jauh
Menciptakan ekosistem edtech yang berkelanjutan

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Potensi HKI membuka peluang kewirausahaan bagi mahasiswa
Menciptakan nilai ekonomi dari karya intelektual
Mengembangkan industri kreatif berbasis pendidikan

Potensi HKI: Dari Karya Akademik ke Aset Intelektual
“Setiap karya yang dihasilkan mahasiswa memiliki orisinalitas dan dapat didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual,” jelas Aditya Aditama Putri Hk, M.Pd. “Kami mendorong mahasiswa untuk melanjutkan proses pendaftaran HKI agar karya mereka mendapat perlindungan hukum dan dapat dikembangkan lebih lanjut, bahkan menjadi startup edtech.”
Program Studi PAUD FIP UPI berkomitmen untuk memfasilitasi mahasiswa dalam proses pendaftaran HKI melalui Direktorat Inovasi dan Pusat HKI UPI, serta memberikan pendampingan pengembangan produk agar siap dipasarkan.
Mempersiapkan Pendidik PAUD Era Digital
Mata Kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran PAUD dirancang untuk membekali calon pendidik dengan kompetensi digital yang esensial di abad 21. Mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan konten edukatif yang kontekstual, inovatif, dan berdampak.
“Di era digital ini, pendidik PAUD harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang engaging dan efektif,” tambah Dr. Rita Mariyana, M.Pd. “Mahasiswa kami telah membuktikan bahwa mereka siap menjadi digital educator yang tidak hanya mengajar, tetapi juga berinovasi.”
Langkah Maju Pendidikan Tinggi Indonesia
Inisiatif ini menunjukkan komitmen UPI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan entrepreneurial dan inovatif. Dengan mengintegrasikan pembelajaran, teknologi, dan potensi ekonomi kreatif, Program Studi PAUD FIP UPI membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi katalis perubahan nyata dalam ekosistem pendidikan nasional.
Karya-karya mahasiswa ini akan dipamerkan dalam showcase digital dan berpotensi untuk dikolaborasikan dengan institusi PAUD, publisher konten edukatif, dan platform pembelajaran digital di Indonesia.

Program Studi S2 PAUD FIP UPI Gelar Exchange Lecturer: Bekali Mahasiswa S2 Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi

Bandung, 23 Desember 2025
Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Exchange Lecturer dengan tema “How to Publish Articles in Reputable Journals”. Kegiatan yang dihadiri mahasiswa S2 PAUD FIP UPI ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas riset dan publikasi ilmiah di kalangan akademisi muda.
Membangun Kapasitas Riset Berkualitas Tinggi
Exchange Lecturer dibuka secara resmi oleh Dr. Rita Mariyana, M.Pd selaku Sekretaris Program Studi PAUD FIP UPI. Dalam sambutannya, Dr. Rita menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai bagian integral dari pengembangan keilmuan dan kontribusi akademisi terhadap kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Narasumber Expert: Membedah Strategi Publikasi Internasional
Kegiatan ini menghadirkan Ade Dwi Utami, M.Pd., Ph.D. sebagai narasumber dari Universitas Negeri Jakarta yang akan membagikan pengalaman dan strategi praktis dalam mempublikasikan artikel di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Dengan pengalaman luas di bidang publikasi akademik membekali peserta dengan pengetahuan komprehensif mulai dari:

Memilih jurnal yang tepat sesuai fokus penelitian
Menyusun artikel dengan struktur yang memenuhi standar internasional
Mengatasi tantangan dalam proses peer review
Merespons komentar reviewer secara efektif
Memahami etika publikasi ilmiah

Kegiatan dipandu oleh Aditya Aditama Putri Hk, M.Pd sebagai moderator, yang memfasilitasi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta.

Kegiatan Exchange Lecturer ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Goal 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidik dan peneliti. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, publikasi riset berkualitas menjadi kunci untuk Menyebarluaskan best practices dalam pembelajaran PAUD; Membangun body of knowledge berbasis bukti empiris; Meningkatkan visibilitas riset Indonesia di kancah internasional; Mendorong kolaborasi riset lintas negara; Investasi untuk Masa Depan Akademik.

Mahasiswa S2 PAUD FIP UPI sebagai peserta kegiatan ini merupakan calon akademisi dan praktisi pendidikan yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pengembangan keilmuan PAUD di Indonesia. Pembekalan kemampuan publikasi ilmiah sejak dini akan mempercepat akselerasi karir akademik mereka dan meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat global.

Program Exchange Lecturer merupakan salah satu bentuk kolaborasi akademik yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar akademisi. Melalui kegiatan seperti ini, Program Studi S2 PAUD FIP UPI konsisten membangun ekosistem akademik yang kondusif bagi pengembangan riset dan publikasi berkualitas tinggi.
Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan dosen PAUD FIP UPI yang mampu mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal internasional bereputasi, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan anak usia dini, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Praktik Langsung Bermain Anak Usia Dini: Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd. Gelar Perkuliahan Outdoor Bersama Mahasiswa Kelas 2025 B

Bandung, 19 Desember 2025 – Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan kegiatan perkuliahan di luar kelas bersama mahasiswa angkatan 2025 kelas B. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut mata kuliah Bermain untuk Anak Usia Dini, yang menekankan pendekatan experiential learning untuk membekali calon guru PAUD dengan keterampilan praktis.

Bertempat di Taman Partere Isola, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Bandung, Dr. Asep Deni Gustiana tidak hanya menyampaikan teori, tetapi langsung mengajak mahasiswa mempraktikkan berbagai permainan edukatif untuk anak usia dini. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mensimulasikan permainan tradisional dan modern, seperti engklek, gobak sodor, permainan sensorik dengan alam, serta aktivitas motorik kasar dan halus yang mendukung perkembangan holistik anak.

“Dalam mata kuliah ini, penting bagi mahasiswa untuk merasakan sendiri bagaimana permainan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi anak usia dini,” ujar Dr. Asep Deni Gustiana. “Dengan praktik langsung di alam terbuka, mahasiswa belajar mengelola energi anak, memodifikasi permainan sesuai kebutuhan, serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui bermain.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa, yang merasa lebih memahami konsep bermain sebagai fondasi pendidikan anak usia dini. Prodi PGPAUD UPI terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran inovatif dan kontekstual, guna mencetak guru PAUD yang profesional, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di lapangan.

FIP UPI Perkuat Kerjasama Internasional dengan Guangxi College for Preschool Education, Tiongkok

Bandung, 17 Desember 2025 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat jaringan internasional melalui kolaborasi strategis dengan Guangxi College for Preschool Education, Tiongkok. Kunjungan delegasi dari institusi tersebut disambut langsung oleh pimpinan fakultas dan melibatkan seluruh kepala program studi di lingkungan FIP UPI.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Dr. Sardin, M.Si. bersama Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Dr. Suryadi, M.Pd. menyambut hangat tamu dari Tiongkok dalam pertemuan yang difokuskan pada penguatan kerjasama akademik. Turut hadir Kaprodi S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yeni Rachmawati, M.Pd., Ph.D. serta Sekretaris Prodi Dr. Rita Mariyana, M.Pd., yang mewakili bidang PAUD.

Kolaborasi ini mencakup beberapa bidang utama, yaitu:

  • Riset dan publikasi ilmiah bersama
  • Program pertukaran mahasiswa
  • Kegiatan guest lecturer dengan melibatkan dosen dari kedua institusi

Melalui kerjasama ini, FIP UPI berupaya memperluas wawasan global bagi dosen dan mahasiswa, khususnya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh kepala program studi di FIP, menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan.

Inisiatif ini diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas akademik, pertukaran budaya, dan kontribusi bersama dalam isu-isu pendidikan global. FIP UPI terus berkomitmen memperkuat posisinya sebagai fakultas pendidikan terdepan di tingkat internasional.

Persiapkan Guru Masa Depan Berkelanjutan, PPG UPI Gelar Workshop Integrasi ESD dan SDGs dalam Kurikulum

Bandung, 17 Desember 2025 – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menyelenggarakan workshop bertajuk “The Insertion of ESD and the SDGs as Curriculum Components in the PPG UPI Program to Prepare a New Generation of Sustainable Teachers”. Acara ini digelar selama dua hari, pada 17-18 Desember 2025, di Hotel GH Universal, Bandung.

Workshop ini bertujuan untuk mengintegrasikan Education for Sustainable Development (ESD) dan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai komponen kurikulum PPG. Inisiatif ini penting untuk membekali calon guru dengan wawasan keberlanjutan, sehingga mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip lingkungan, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan dalam pengajaran sehari-hari.

Acara menghadirkan pakar internasional dan nasional sebagai pembicara kunci:

  • Dr. Yoshimasa Ito (The Kitakyushu Environment Museum, Jepang)
  • Indiyani Rachman, Ph.D. (Department of Environmental System, The University of Kitakyushu, Jepang)
  • Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, S.T., M.A. (Kepala SDGs Center, Universitas Bandar Lampung)
  • Vega Abdurrasyid (SDGs Center, Universitas Bandar Lampung)

Kolaborasi ini melibatkan Sekolah Pascasarjana UPI, Program PPG UPI, serta dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). Sinergi antara akademisi Indonesia dan pakar Jepang diharapkan menghasilkan kurikulum PPG yang lebih adaptif terhadap isu global seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Untuk memastikan diskusi mendalam, panitia membatasi peserta sebanyak 50 orang, terdiri dari guru, pengelola pendidikan, dan dosen. Di antara peserta dari Prodi PGPAUD UPI adalah:

  1. Dr. Rita Mariyana, M.Pd.
  2. Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd.
  3. Ani Mulyani, S.Pd. (Gumong)
  4. Yulyanti, M.Pd. (Gumong)

Para peserta aktif merumuskan strategi agar nilai-nilai SDGs terintegrasi secara praktis dalam metode pengajaran, tidak hanya sebagai teori.

Melalui workshop ini, PPG UPI memperkuat komitmennya dalam mencetak guru generasi baru yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di Indonesia, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan global (SDG 17).

Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini FIP UPI Gelar Ujian Seminar Proposal

Bandung, 16 Desember 2025 – Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan ujian seminar proposal tesis bagi mahasiswa magister. Kegiatan ini berlangsung di Gedung FIP lantai 4, Ruang Konferensi, dan diikuti oleh lima mahasiswa dengan berbagai topik penelitian yang relevan dengan isu pendidikan anak usia dini.

Ujian seminar proposal ini merupakan tahap penting dalam proses penyelesaian tesis magister, di mana mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian mereka di hadapan tim penguji dan pembimbing. Semua peserta berhasil menjalani proses dengan kategori “Reguler”.

Berikut daftar peserta beserta judul tesis, pembimbing, penguji, dan jadwal ujian:

  1. Aida Fitri Sofia (NIM: 2411272) Judul: Program “Ruang Ngobrol” sebagai Kolaborasi di SDIT Zakia dalam upaya pengungkapan siswa pada masa transisi PAUD-SD (Studi Kasus di SDIT ZAKIA) Pembimbing: Dr. phil. Leli Kurniawati, M.Mus. Penguji: 1. Dr. Rudyanto, S.Pd., M.Si.; 2. Prof. Dr. H. Ernawulan Syaodih, M.Pd.
  2. Febi Wulandari (NIM: 2410034) Judul: Peran Dinilai dan Kecenderungan Bullying Pada Anak Usia Dini Pembimbing: Dr. Aan Listiana, M.Pd. Penguji: 1. Dr. Rita Mariyana, M.Pd.; 2. Dr. Badru Zaman, M.Pd.
  3. Dede Rika Permatasari (NIM: 2410393) Judul: Pewarisan Nilai Budaya Sunda dalam Perkembangan Emosional Anak (Someah-Hade, Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh) Pembimbing: Dr. Aan Listiana, M.Pd. Penguji: 1. Yeni Rachmawati, M.Pd., Ph.D.; 2. Prof. Dr. H. Ernawulan Syaodih, M.Pd.
  4. Nurcita Aspari (NIM: 2411225) Judul: Analisis Kebutuhan Praktik Pembelajaran di Lembaga PAUD dengan Prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP) Pembimbing: Dr. Badru Zaman, M.Pd. Penguji: 1. Dr. Hery Djoehaeri, S.Pd., M.Si.; 2. Dr. Rita Mariyana, M.Pd.
  5. Lelly Kurniawati (NIM: 2410390) Judul: Efektivitas Sosialisasi Kebijakan Wajib 1 Tahun PAUD Melalui Operet “Setahun Awal Sejuta Semangat Hayat” Pembimbing: Dr. phil. Leli Kurniawati, M.Mus. Penguji: 1. Yeni Rachmawati, M.Pd., Ph.D.; 2. Dr. Rudyanto, S.Pd., M.Si.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian di bidang PAUD serta mendukung pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan anak usia dini di Indonesia. Program Studi S2 PAUD FIP UPI terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten dan inovatif dalam menghadapi tantangan pendidikan dini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Melalui Sosialisasi Pencegahan Perundungan di Satuan PAUD

Bandung, 9 Desember 2025 – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Karangsetra Hotel & Cottage Sukajadi, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Aan Listiana, M.Pd sebagai narasumber utama dengan tema “Peningkatan Interaksi Antar Teman Sebaya yang Positif Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan di PAUD”. Sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap anak usia dini mendapatkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Menyelaraskan dengan SDGs: Fondasi Pendidikan Berkualitas Dimulai dari PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial anak. Sesuai dengan SDGs Goal 4.2 yang menargetkan akses universal terhadap pengembangan, pengasuhan, dan pendidikan pra-sekolah berkualitas, serta Goal 16.2 yang bertujuan mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap anak, kegiatan sosialisasi ini menjadi manifestasi nyata komitmen Kabupaten Bandung dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
“Perundungan dan kekerasan yang terjadi sejak usia dini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan emosional anak,” ungkap Dr. Aan Listiana, M.Pd dalam paparannya. “Melalui penguatan interaksi positif antar teman sebaya, kita tidak hanya mencegah perundungan, tetapi juga membangun fondasi karakter yang empatik, toleran, dan menghargai keberagaman.”
Isu Krusial: Mencegah Perundungan Sejak Dini
Data menunjukkan bahwa perilaku perundungan dapat dimulai sejak usia dini, bahkan di lingkungan PAUD. Ketidakmampuan anak dalam mengelola konflik, kurangnya pemahaman tentang empati, dan minimnya pengawasan dapat memicu tindak kekerasan fisik maupun verbal antar anak. Oleh karena itu, peran pendidik PAUD menjadi sangat vital dalam:

Mengenali tanda-tanda awal perilaku perundungan
Menciptakan lingkungan bermain dan belajar yang inklusif
Mengajarkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati
Memfasilitasi interaksi positif antar anak

Komitmen Berkelanjutan untuk Anak Indonesia
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh para pendidik dan pengelola satuan PAUD se-Kabupaten Bandung ini diharapkan dapat menjadi katalis perubahan dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang bebas dari trauma perundungan dan kekerasan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program preventif dan promotif yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang optimal anak usia dini.

Kolaborasi Multi-Pihak Kunci Sukses Ciptakan PAUD Bebas Kekerasan: Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi Masif untuk Guru PAUD

Bandung, 9 Desember 2025 – Menegaskan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Goal 16 tentang Perdamaian dan Keadilan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi bagi Satuan PAUD yang dihadiri ratusan guru PAUD se-Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di Karangsetra Hotel & Cottage Sukajadi, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Desember 2025.
Sosialisasi menghadirkan Dr. Rita Mariyana, M.Pd sebagai narasumber dengan tema sentral “Peran Kolaboratif Semua Pihak dalam Menciptakan Lingkungan PAUD Tanpa Kekerasan”. Kehadiran ratusan pendidik PAUD dalam forum ini menandai gerakan kolektif untuk memastikan setiap anak usia dini tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Sinergi untuk SDGs: Pendidikan Inklusif Dimulai dari Kolaborasi
Pencapaian SDGs Goal 4.2 yang menargetkan akses terhadap pendidikan pra-sekolah berkualitas dan Goal 16.2 yang mengakhiri kekerasan terhadap anak memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan para pendidik garis depan dalam menciptakan ekosistem PAUD yang transformatif.
“Pencegahan kekerasan di PAUD bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tegas Dr. Rita Mariyana, M.Pd dalam paparannya. “Diperlukan sinergi antara guru, orang tua, pengelola satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan sistem proteksi berlapis yang melindungi anak-anak kita dari ancaman perundungan dan kekerasan.”
Isu Mendesak: Membangun Benteng Perlindungan Anak di PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan golden age yang menentukan masa depan anak. Namun, berbagai tantangan seperti perundungan antar teman sebaya, kekerasan verbal, hingga intoleransi dapat menghambat tumbuh kembang optimal anak. Realitas ini menuntut respons sistematis dan terkoordinasi dari semua pihak.
Dalam sosialisasi ini, para guru PAUD mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai:

Identifikasi dini tanda-tanda perundungan dan kekerasan pada anak usia dini
Strategi kolaboratif melibatkan orang tua dalam pencegahan kekerasan
Membangun budaya sekolah yang inklusif dan menghargai keberagaman
Mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan yang efektif
Pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai perdamaian dan toleransi

Guru PAUD: Garda Terdepan Perlindungan Anak
Kehadiran ratusan guru PAUD se-Kabupaten Bandung menunjukkan antusiasme dan kesadaran tinggi terhadap pentingnya peran pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan anak setiap hari, guru PAUD memiliki posisi strategis untuk:

Menanamkan nilai-nilai empati dan toleransi sejak dini
Menjadi role model perilaku positif dan anti-kekerasan
Menciptakan ruang kelas yang inklusif bagi semua anak
Membangun komunikasi efektif dengan orang tua

Komitmen Jangka Panjang: Generasi Emas Tanpa Kekerasan
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mewujudkan satuan PAUD yang ramah anak dan bebas kekerasan. Melalui penguatan kapasitas guru dan kolaborasi multi-pihak, Kabupaten Bandung optimis dapat menjadi model daerah dengan ekosistem PAUD yang inklusif, aman, dan berkualitas.
“Kami berkomitmen penuh mendukung para guru PAUD sebagai agen perubahan,” ungkap perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. “Investasi pada pendidikan anak usia dini adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih damai, adil, dan sejahtera.”
Langkah Maju Menuju Indonesia Layak Anak
Kegiatan ini sejalan dengan visi Indonesia Layak Anak dan komitmen global dalam melindungi hak-hak anak. Dengan melibatkan ratusan guru PAUD, Kabupaten Bandung mengambil langkah konkret dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak dasarnya untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, dan bebas dari trauma kekerasan.

Salah Satu Dosen PGPAUD UPI Ikuti Pelatihan SIGAP Kolaborasi SPs UPI–Tanoto Foundation

Jakarta, 8–9 Desember 2025 — Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI), Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed., turut berpartisipasi dalam Pelatihan Rumah Anak SIGAP yang berlangsung pada 8–9 Desember 2025 di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama strategis antara Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI dan Tanoto Foundation untuk memperkuat inovasi pembelajaran serta praktik pengasuhan anak usia dini di Indonesia.

Pelatihan Rumah Anak SIGAP menghadirkan para ahli, praktisi, dan fasilitator program untuk mendalami strategi stimulasi perkembangan anak berbasis tahapan perkembangan dan praktik yang teruji. Kehadiran Ridha Marissa El Seira sebagai perwakilan dosen UPI diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik dalam implementasi pendekatan pembelajaran yang holistik, responsif, dan inklusif bagi anak usia dini.

Melalui partisipasi ini, UPI berharap implementasi modul serta pelatihan Rumah Anak SIGAP dapat diadaptasi dan diperkaya dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas guru dan kualitas layanan PAUD secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) UPI yang menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra eksternal untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

SOSIALISASI THE GUARDIAN EARTH: EvakuAction PGPAUD 2022 di RA Mustika Lembang

Selasa, 09 Desember 2025, mahasiswa Program Studi PGPAUD Angkatan 2022 yang mengontrak mata kuliah Mitigasi Bencana PAUD di bawah bimbingan Dr. Euis Kurniati, M.Pd., serta Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed., melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema The Guardian Earth: EvakuAction. Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian proyek pembelajaran yang dilaksanakan di masyarakat. Sosialisasi ini bertempat di RA Mustika, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, dan diikuti oleh 24 orang tua siswa, guru, serta Kepala Sekolah RA Mustika.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan lembaga mengenai dasar-dasar mitigasi bencana, SOP kebencanaan, serta membekali peserta dengan kerangka emergency mindset dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, peserta juga diberikan pengenalan mengenai Tas Siaga sebagai perlengkapan darurat dan didorong untuk menjadi agen kesiapsiagaan bagi anak sejak usia dini. Pendidikan mitigasi bencana ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi atau penyuluhan langsung oleh Unit SAR Kota Bandung.

.