Mahasiswa Pakistan Prodi PAUD S2 FIP UPI Raih Prestasi di Konferensi Internasional UPI-UPSI 2025

Bandung, 20 November 2025 – Muneeza Arshad, mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) asal Pakistan, sukses menjadi presenter pada UPI-UPSI International Conference 2025 yang bertajuk “Transforming Education in the Digital Era to Prepare Adaptive and Competitive Global Citizens”. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, berlangsung pada 19–21 November 2025 di Hotel Grand Tjokro Premiere, Bandung.

Pada sesi parallel session hari kedua (20 November 2025), Muneeza mempresentasikan makalah berjudul “Teacher’s Emotional Competence and Its Role in Supporting Preschooler’s Social-Emotional Development”. Presentasi ini mendapat perhatian positif dari para peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara.

Dalam paparannya, Muneeza menekankan pentingnya kompetensi emosional guru sebagai kunci utama dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa kemampuan guru dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri (self-awareness dan self-regulation), berempati, serta membangun hubungan positif dengan anak secara langsung memengaruhi iklim kelas yang aman dan suportif.

“Ketika guru memiliki kompetensi emosional yang baik, anak-anak merasa lebih nyaman mengekspresikan perasaan, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mengembangkan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan belajar mereka di masa depan,” ungkap Muneeza.

Presentasi ini sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap diskusi global mengenai peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pengintegrasian pengembangan emosi guru dalam program pelatihan dan pengembangan profesional pendidik.

Keberhasilan Muneeza menjadi presenter di konferensi internasional ini menambah deretan prestasi mahasiswa internasional UPI, sekaligus menunjukkan bahwa Program Magister PAUD FIP UPI mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di level global.

Pelatihan Fasilitator Rumah Anak SIGAP: Kolaborasi Sekolah Pascasajana UPI–Tanoto Foundation di Tenggarong (Kutai Kalimantan Timur), Pandeglang (Banten), dan Jakarta

Tenggarong, Kutai, 17–18 November 2025
— Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) bekerja sama dengan Tanoto Foundation menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fasilitator Rumah Anak SIGAP sebagai bagian dari rangkaian pelatihan di beberapa daerah, termasuk Kutai, Riau, Pandeglang, Semarang dan Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas fasilitator PAUD dalam menerapkan praktik pembelajaran yang responsif, inklusif, dan berpusat pada anak.


Tim dari UPI yang berangkat pada tanggal 17-18 November 2025 ke Tenggarong, Kutai terdiri dari Hani Yulindrasari, Ph.D. (Dosen Program Studi Psikologi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana UPI), Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed. (Dosen Program Studi PGPAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan), serta dua praktisi dari TK Labschool UPI, yaitu Ani Endah Sari, S.Pd. (Kepala Sekolah) dan Dhiya Muthia Mahardikawati, S.Pd. (Guru). Pelatihan ini sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UPI terkait keterlibatan dosen di luar kampus dan kontribusi nyata pada masyarakat, serta memperkuat peran UPI dalam pengembangan keilmuan PAUD di Indonesia.

DOSEN PGPAUD FIP UPI MENJADI PEMATERI PADA KONFERENSI INTERNASIONAL UPI-UPSI

Dosen PGPAUD FIP UPI, Dr. Heny Djoehaeni, S.Pd.,M.Si. menjadi pemateri pada kegiatan Konferensi OInternasional UPI-UPSI  yang dilaksanakan pada tanggal 19-21 Nopember 2025 bertempat di Hotel Grand Tjokro Jl. Cihampelas Bandung Jawa Barat.

Konferensi tersebut merupakan kegiatan kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Kolaborasi sudah terjadlin selama 20 tahun, dan kegiatan konferensi ini adalah yang ke-10. Konferensi mengangkat tema “Transforming Education in the Digital Era to Prepare Adaptive and Competitive Global Citizen”. Kegiatan diikuti oleh akademisi dari UPI, UPSI serta beberapa perguruan tinggi lainnya di dalam maupun luar negeri.

Dosen PPG PGPAUD FIP UPI Raih Peluang Riset Fundamental: Bootcamp Intensif Siapkan Proposal Inovatif untuk Ditjen Risbang 2026

Bandung, 18 November 2025
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPS UPI) telah menyelenggarakan Bootcamp Penyusunan Proposal Riset Prioritas Ditjen Risbang Kemdikti Saintek tahun anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16-18 November 2025, ini mengambil tema “Membangun Profesionalisme Guru Abad 21 melalui Ekosistem Riset Inovatif Pendidikan Profesi Guru”.
Bootcamp yang diselenggarakan di Ruang Meeting Majapahit, Aston Pasteur Bandung ini diikuti oleh para dosen PPG UPI yang berkomitmen untuk mengembangkan riset berkualitas dalam bidang pendidikan profesi guru. Di antara peserta yang hadir adalah dosen-dosen dari Program Studi PGPAUD FIP UPI, yaitu Yeni Rachmawati, Ph.D, Dr. Aan Listiana, M.Pd, Dr. Rita Mariyana, M.Pd, dan Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal riset yang inovatif dan sesuai dengan prioritas riset nasional.
Narasumber Berkompeten
Kegiatan ini menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di bidangnya, antara lain:

Prof. Dr. Ade Gaffar Abdullah
Dr. Sugeng Mubarok
Prof. Dr. Isma Widiati

Selain itu, bootcamp ini juga didampingi oleh para Profesor dosen senior dari SPS UPI yang memberikan bimbingan intensif kepada peserta dalam proses penyusunan proposal riset.
Membangun Ekosistem Riset Inovatif
Dalam sambutannya, narasumber menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang inovatif untuk mendukung profesionalisme guru di era abad 21. Bootcamp ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang penyusunan proposal riset yang sesuai dengan standar Ditjen Risbang Kemdikti Saintek, mulai dari identifikasi masalah, perumusan metode penelitian, hingga penyusunan anggaran dan luaran penelitian.
Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan pendamping, berbagi pengalaman, serta menerima masukan konstruktif untuk penyempurnaan proposal riset mereka.
Hasil dan Luaran Kegiatan
Bootcamp ini berhasil menghasilkan proposal-proposal penelitian fundamental yang siap diajukan ke Ditjen Risbang Kemdikti Saintek. Para peserta telah menyelesaikan penyusunan proposal penelitian fundamental mereka dengan bimbingan intensif dari para narasumber dan pendamping. Proposal-proposal ini diharapkan dapat memperoleh pendanaan dan berkontribusi signifikan pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan profesi guru serta memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia.
Komitmen terhadap Kualitas Pendidikan
Penyelenggaraan bootcamp ini merupakan wujud komitmen PPG SPS UPI dalam meningkatkan kualitas riset dan pengembangan profesionalisme guru di Indonesia. Dengan mengintegrasikan riset inovatif dalam ekosistem pendidikan profesi guru, diharapkan dapat tercipta guru-guru yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga mampu mengembangkan dan menerapkan hasil-hasil riset dalam praktik pembelajaran.

DOSEN PGPAUD FIP UPI MENJADI PESERTA KEGIATAN FGD PENGUATAN KOMPETENSI ASESOR LAMDIK

Dosen PGPAUD FIP UPI, Dr. Heny Djoehaeni, S.Pd.,M.Si. menjadi peserta kegiatan FGD Penguatan Kompetensi Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang dilaksanakan pada tanggal 14-16 Nopember 2025 bertempat di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera Tangerang Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut diisi dengan Sosialisasi Instrumen Penilaian 2.0 yang diikuti oleh para asesor LAMDIK dari berbagai Program Studi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para asesor dalam menjalankan tugas penjaminan mutu di berbagai Program Studi Kependidikan  di Perguruan Tinggi.

WONDERFUL CAMP PGPAUD 2025

Kegiatan WONDERFUL CAMP 2025 PGPAUD FIP UPI: Menumbuhkan Kepemimpinan dan Solidaritas Mahasiswa Baru

Bandung, 15–16 November 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan kegiatan WONDERFUL CAMP 2025, sebagai rangkaian pembinaan kaderisasi lanjutan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan solidaritas mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang telah dimulai sejak awal masa orientasi mahasiswa, dan mencapai puncaknya dalam kegiatan camp selama dua hari di Rainbow Riverside, Bandung.

WONDERFUL CAMP 2025 dirancang sebagai kegiatan pengembangan diri yang memadukan edukasi, pembinaan karakter, kerja sama tim, serta latihan kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan disusun agar mahasiswa baru mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun soft skills yang penting bagi dunia pendidikan, terutama sebagai calon pendidik PAUD yang adaptif dan berintegritas.

Kegiatan ini diawali dengan sesi pengarahan dan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi camp. Setibanya di lokasi, peserta mengikuti pembukaan kegiatan yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars PGPAUD, serta penampilan yel-yel dari setiap kelompok. Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pembekalan materi dari narasumber kompeten di bidangnya. Pada sesi pertama, Moch. Najril Fauzan Nurdiansyah menyampaikan materi mengenai Etika Kepemimpinan dan Integritas, yang bertujuan membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya nilai moral dalam kepemimpinan. Kemudian, pada sesi berikutnya, Ridha Aidah Azzahra, S.Pd., menyampaikan materi bertema Manajemen Konflik, memberikan pemahaman mengenai cara mengelola dinamika kelompok secara efektif. Setiap sesi dilengkapi dengan tanya jawab interaktif dan penyerahan sertifikat kepada pemateri.

Selain pematerian, kegiatan WONDERFUL CAMP juga diisi dengan program Leadership Time yang terdiri dari berbagai aktivitas seperti debat kelompok, latihan PBB, orasi, serta pembinaan karakter. Pada sore dan malam hari, seluruh peserta mengikuti lomba memasak antarkelompok dan penampilan pagelaran angkatan yang menampilkan kreativitas serta kekompakan mahasiswa baru. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi sharing bersama alumni, yang memberikan
wawasan mengenai perjalanan organisasi dan pengembangan diri selama berkuliah di PGPAUD.

Hari kedua kegiatan diisi dengan sesi refleksi, pembersihan tenda, senam pagi, serta pemutaran music video dan selayang pandang selama rangkaian WONDERFUL. Kegiatan inti hari kedua adalah outbound, yang terdiri dari beberapa pos permainan untuk melatih kerja sama tim, strategi, komunikasi, serta daya juang peserta. Seluruh peserta mengikuti outbound dengan penuh keceriaan dan antusiasme.

Pada sesi penutupan, panitia memberikan sertifikat kaderisasi, emblem angkatan, serta penghargaan kepada kelompok terbaik selama kegiatan berlangsung. Peserta kemudian menyampaikan kesan dan pesan sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Acara ditutup secara resmi setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan peserta kembali menuju kampus UPI.

Kegiatan WONDERFUL CAMP 2025 diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa baru PGPAUD FIP UPI dalam menghadapi dinamika akademis maupun organisasi selama menjadi bagian dari komunitas PGPAUD. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, tetapi juga membangun solidaritas, kepercayaan diri, dan kesiapan mental sebagai calon pendidik PAUD yang kompeten di masa
mendatang.

Koordinator dan Fasilitator Prodi PGPAUD Hadiri Rapat Persiapan Penilaian Uji Kinerja Peserta PPG Guru Tertentu Tahap III 2025

Bandung, 13 November 2025 – Ruang Meeting Aston Hotel Pasteur menjadi saksi gelaran Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Uji Kinerja Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru bagi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Program Guru Tertentu Tahap III Tahun 2025. Acara yang berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 pukul 12.00–17.00 WIB ini dihadiri oleh para koordinator, fasilitator, dan dosen dari berbagai program studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI).

Diantara peserta yang hadir, Koordinator dan Fasilitator dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) turut serta aktif dalam rapat. Mereka adalah:

  • Dr. Heny Djoehaeni, M.Si. – Koordinator Bidang Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)
  • Fasilitator IT Bidang Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD) – tercantum dalam daftar tamu undangan

Rapat dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu SPs, Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si. yang dalam acara ini di wakilkan kepada Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Kemitraan Dr. Tina Hayati Dahlan, M.Pd., Psikolog. yang menekankan pentingnya persiapan matang dalam pelaksanaan uji kinerja sebagai bagian dari rangkaian Uji Kompetensi Peserta PPG Tahap III 2025.

Agenda rapat meliputi:

  • Penilaian Uji Kinerja – Modul RPP
  • Penilaian Uji Kinerja – Video Pembelajaran
  • Coffee break
  • Penilaian Uji Kinerja – Video Pembelajaran
  • Sistem Uji Tertulis dan Uji Kinerja
  • Refleksi, diskusi, dan penutupan

Acara ini menjadi wadah koordinasi lintas bidang studi untuk menyamakan persepsi dan memastikan kelancaran pelaksanaan uji kompetensi bagi mahasiswa PPG Program Guru Tertentu. Kehadiran koordinator dan fasilitator PGPAUD menunjukkan komitmen prodi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidik anak usia dini di Indonesia.

Dr. phil. Leli Kurniawati, M.Pd. Tampil Memukau dalam Operet “Kotak Waktu” di Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025

Jakarta, – Acara Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar pada Jumat (13/11/2025) dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Forum Bunda PAUD Nasional ini menjadi panggung penghargaan bagi para orang tua dan pendidik yang berkontribusi luar biasa dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satu sorotan utama acara adalah penampilan operet berjudul Kotak Waktu: Satu Tahun yang Mengubah Segalanya, yang melibatkan Dr. phil. Leli Kurniawati, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Operet yang dipentaskan oleh tim seniman dan pendidik PAUD ini mengisahkan perjalanan transformasi sebuah keluarga dan komunitas selama satu tahun penuh tantangan, di mana “kotak waktu” menjadi simbol refleksi atas perubahan akibat pandemi, adaptasi digital, dan inovasi pendidikan. Dr. Leli Kurniawati, yang dikenal sebagai pakar pendidikan seni anak usia dini, tampil sebagai salah satu pemeran utama, membawakan peran seorang “Bunda Pendidik” yang memimpin narasi melalui dialog emosional dan kolaborasi seni. Penampilannya yang penuh ekspresi tidak hanya menampilkan kemampuan akting, tetapi juga integrasi elemen musik, gerak, dan lagu yang menjadi ciri khas pendekatan pedagogisnya.

Dalam operet ini, cerita dimulai dengan adegan kelam pandemi yang mengubah rutinitas keluarga, di mana karakter utama menemukan “kotak waktu” berisi kenangan dan harapan. Melalui serangkaian lagu orisinal seperti “Waktu yang Berputar” dan “Langkah Baru Bersama Anak”, serta tarian kontemporer yang melambangkan ketahanan, penonton diajak merenungkan bagaimana pendidikan PAUD menjadi jangkar perubahan. Dr. Leli, dengan latar belakang doktor filsafat dalam pendidikan seni, membagikan pengalaman pribadinya melalui monolog yang menyentuh, menekankan bahwa “setiap tahun adalah kotak waktu yang penuh pelajaran, dan sebagai bunda PAUD, kita bertanggung jawab membuka kotak itu untuk masa depan anak-anak kita.”

Acara yang disiarkan secara live streaming melalui platform YouTube Kemendikbudristek ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang memberikan sambutan pembuka. Ia memuji penampilan operet sebagai representasi kreativitas Bunda PAUD dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif. “Kegiatan seperti ini bukan hanya apresiasi, tapi juga inspirasi bagi jutaan orang tua dan guru PAUD di seluruh negeri untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Puncak Apresiasi Bunda PAUD 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini, sejalan dengan target Merdeka Belajar. Dr. Leli Kurniawati, melalui keterlibatannya, sekali lagi membuktikan dedikasinya dalam memadukan seni dan pendidikan, menginspirasi generasi baru pendidik PAUD untuk terus berkarya.

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Sukses Digelar untuk Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Guru PPG UPI

Bandung, 12 November 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Dosen & Guru Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di GH Universal Hotel Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis UPI untuk mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya di era kecerdasan buatan (AI).

Acara yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Sekolah Pascasarjana UPI ini menghadirkan enam narasumber ahli, yaitu Drs. Eka Fitrajaya Rahman, Dr. Asep Wahyudin, Herbert, Erna Piantari, Indira Syawanodya, M.Kom. serta Ani Anisyah, M.T. Dua dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI turut terlibat sebagai peserta pelatihan, yakni Dr. Rita Mariyana, M.Pd. dan Dr. Badru Zaman, M.Pd.. Keduanya memberikan kontribusi signifikan dengan berbagi praktik terbaik integrasi AI dalam pembelajaran anak usia dini, termasuk pengembangan media interaktif berbasis coding untuk stimulasi kognitif dan kreativitas.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan dosen dan guru PPG dari berbagai wilayah, dengan fokus pada penguasaan dasar-dasar pemrograman (coding), pemanfaatan AI dalam desain pembelajaran, serta pengembangan konten edukatif berbasis teknologi. Peserta diajak untuk mempraktikkan langsung tools AI seperti platform pengodean sederhana dan model generatif, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.

Kegiatan ini selaras dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, di antaranya:

  • SDG 4: Quality Education – Meningkatkan akses pendidikan berkualitas melalui pemberdayaan guru dan dosen dengan literasi digital dan AI.
  • SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure – Mendorong inovasi teknologi dalam pendidikan sebagai fondasi pembangunan infrastruktur pengetahuan.
  • SDG 17: Partnerships for the Goals – Menguatkan kolaborasi antarlembaga pendidikan, pemerintah (melalui Dukungan DIKTISAINTEK BERDAMPAK), dan praktisi untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Sekolah Pascasarjana UPI menyampaikan bahwa pelatihan serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen UPI dalam mencetak pendidik unggul di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. “Kami berharap output dari kegiatan ini bukan hanya peningkatan kompetensi individu, tetapi juga lahirnya inovasi pembelajaran berbasis AI yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan 7 Tahun Dies Natalis UPI, dengan tagline Melesat Bersama untuk UPI Gemilang.

Dosen PGPAUD Ikuti Finalisasi Modul PPG 2025 di Jakarta

Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed. mengikuti kegiatan Perbaikan dan Finalisasi Modul Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat PPG, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 di Jakarta, dan dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri atas akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai universitas dan sekolah di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, para peserta berkolaborasi dalam penyempurnaan substansi modul agar lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Partisipasi dosen PGPAUD dalam forum tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan profesi guru, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak pendidik profesional yang kompeten, berkarakter, dan berorientasi pada pembelajaran anak yang holistik serta inklusif.