Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Melalui Sosialisasi Pencegahan Perundungan di Satuan PAUD

Bandung, 9 Desember 2025 – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Karangsetra Hotel & Cottage Sukajadi, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Aan Listiana, M.Pd sebagai narasumber utama dengan tema “Peningkatan Interaksi Antar Teman Sebaya yang Positif Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan di PAUD”. Sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap anak usia dini mendapatkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Menyelaraskan dengan SDGs: Fondasi Pendidikan Berkualitas Dimulai dari PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial anak. Sesuai dengan SDGs Goal 4.2 yang menargetkan akses universal terhadap pengembangan, pengasuhan, dan pendidikan pra-sekolah berkualitas, serta Goal 16.2 yang bertujuan mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap anak, kegiatan sosialisasi ini menjadi manifestasi nyata komitmen Kabupaten Bandung dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
“Perundungan dan kekerasan yang terjadi sejak usia dini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan emosional anak,” ungkap Dr. Aan Listiana, M.Pd dalam paparannya. “Melalui penguatan interaksi positif antar teman sebaya, kita tidak hanya mencegah perundungan, tetapi juga membangun fondasi karakter yang empatik, toleran, dan menghargai keberagaman.”
Isu Krusial: Mencegah Perundungan Sejak Dini
Data menunjukkan bahwa perilaku perundungan dapat dimulai sejak usia dini, bahkan di lingkungan PAUD. Ketidakmampuan anak dalam mengelola konflik, kurangnya pemahaman tentang empati, dan minimnya pengawasan dapat memicu tindak kekerasan fisik maupun verbal antar anak. Oleh karena itu, peran pendidik PAUD menjadi sangat vital dalam:

Mengenali tanda-tanda awal perilaku perundungan
Menciptakan lingkungan bermain dan belajar yang inklusif
Mengajarkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati
Memfasilitasi interaksi positif antar anak

Komitmen Berkelanjutan untuk Anak Indonesia
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh para pendidik dan pengelola satuan PAUD se-Kabupaten Bandung ini diharapkan dapat menjadi katalis perubahan dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang bebas dari trauma perundungan dan kekerasan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program preventif dan promotif yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang optimal anak usia dini.

Kolaborasi Multi-Pihak Kunci Sukses Ciptakan PAUD Bebas Kekerasan: Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi Masif untuk Guru PAUD

Bandung, 9 Desember 2025 – Menegaskan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Goal 16 tentang Perdamaian dan Keadilan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi bagi Satuan PAUD yang dihadiri ratusan guru PAUD se-Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di Karangsetra Hotel & Cottage Sukajadi, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Desember 2025.
Sosialisasi menghadirkan Dr. Rita Mariyana, M.Pd sebagai narasumber dengan tema sentral “Peran Kolaboratif Semua Pihak dalam Menciptakan Lingkungan PAUD Tanpa Kekerasan”. Kehadiran ratusan pendidik PAUD dalam forum ini menandai gerakan kolektif untuk memastikan setiap anak usia dini tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Sinergi untuk SDGs: Pendidikan Inklusif Dimulai dari Kolaborasi
Pencapaian SDGs Goal 4.2 yang menargetkan akses terhadap pendidikan pra-sekolah berkualitas dan Goal 16.2 yang mengakhiri kekerasan terhadap anak memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan para pendidik garis depan dalam menciptakan ekosistem PAUD yang transformatif.
“Pencegahan kekerasan di PAUD bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tegas Dr. Rita Mariyana, M.Pd dalam paparannya. “Diperlukan sinergi antara guru, orang tua, pengelola satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan sistem proteksi berlapis yang melindungi anak-anak kita dari ancaman perundungan dan kekerasan.”
Isu Mendesak: Membangun Benteng Perlindungan Anak di PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan golden age yang menentukan masa depan anak. Namun, berbagai tantangan seperti perundungan antar teman sebaya, kekerasan verbal, hingga intoleransi dapat menghambat tumbuh kembang optimal anak. Realitas ini menuntut respons sistematis dan terkoordinasi dari semua pihak.
Dalam sosialisasi ini, para guru PAUD mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai:

Identifikasi dini tanda-tanda perundungan dan kekerasan pada anak usia dini
Strategi kolaboratif melibatkan orang tua dalam pencegahan kekerasan
Membangun budaya sekolah yang inklusif dan menghargai keberagaman
Mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan yang efektif
Pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai perdamaian dan toleransi

Guru PAUD: Garda Terdepan Perlindungan Anak
Kehadiran ratusan guru PAUD se-Kabupaten Bandung menunjukkan antusiasme dan kesadaran tinggi terhadap pentingnya peran pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan anak setiap hari, guru PAUD memiliki posisi strategis untuk:

Menanamkan nilai-nilai empati dan toleransi sejak dini
Menjadi role model perilaku positif dan anti-kekerasan
Menciptakan ruang kelas yang inklusif bagi semua anak
Membangun komunikasi efektif dengan orang tua

Komitmen Jangka Panjang: Generasi Emas Tanpa Kekerasan
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mewujudkan satuan PAUD yang ramah anak dan bebas kekerasan. Melalui penguatan kapasitas guru dan kolaborasi multi-pihak, Kabupaten Bandung optimis dapat menjadi model daerah dengan ekosistem PAUD yang inklusif, aman, dan berkualitas.
“Kami berkomitmen penuh mendukung para guru PAUD sebagai agen perubahan,” ungkap perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. “Investasi pada pendidikan anak usia dini adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih damai, adil, dan sejahtera.”
Langkah Maju Menuju Indonesia Layak Anak
Kegiatan ini sejalan dengan visi Indonesia Layak Anak dan komitmen global dalam melindungi hak-hak anak. Dengan melibatkan ratusan guru PAUD, Kabupaten Bandung mengambil langkah konkret dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak dasarnya untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, dan bebas dari trauma kekerasan.

Salah Satu Dosen PGPAUD UPI Ikuti Pelatihan SIGAP Kolaborasi SPs UPI–Tanoto Foundation

Jakarta, 8–9 Desember 2025 — Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI), Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed., turut berpartisipasi dalam Pelatihan Rumah Anak SIGAP yang berlangsung pada 8–9 Desember 2025 di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama strategis antara Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI dan Tanoto Foundation untuk memperkuat inovasi pembelajaran serta praktik pengasuhan anak usia dini di Indonesia.

Pelatihan Rumah Anak SIGAP menghadirkan para ahli, praktisi, dan fasilitator program untuk mendalami strategi stimulasi perkembangan anak berbasis tahapan perkembangan dan praktik yang teruji. Kehadiran Ridha Marissa El Seira sebagai perwakilan dosen UPI diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik dalam implementasi pendekatan pembelajaran yang holistik, responsif, dan inklusif bagi anak usia dini.

Melalui partisipasi ini, UPI berharap implementasi modul serta pelatihan Rumah Anak SIGAP dapat diadaptasi dan diperkaya dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas guru dan kualitas layanan PAUD secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) UPI yang menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra eksternal untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

SOSIALISASI THE GUARDIAN EARTH: EvakuAction PGPAUD 2022 di RA Mustika Lembang

Selasa, 09 Desember 2025, mahasiswa Program Studi PGPAUD Angkatan 2022 yang mengontrak mata kuliah Mitigasi Bencana PAUD di bawah bimbingan Dr. Euis Kurniati, M.Pd., serta Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed., melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema The Guardian Earth: EvakuAction. Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian proyek pembelajaran yang dilaksanakan di masyarakat. Sosialisasi ini bertempat di RA Mustika, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, dan diikuti oleh 24 orang tua siswa, guru, serta Kepala Sekolah RA Mustika.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan lembaga mengenai dasar-dasar mitigasi bencana, SOP kebencanaan, serta membekali peserta dengan kerangka emergency mindset dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, peserta juga diberikan pengenalan mengenai Tas Siaga sebagai perlengkapan darurat dan didorong untuk menjadi agen kesiapsiagaan bagi anak sejak usia dini. Pendidikan mitigasi bencana ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi atau penyuluhan langsung oleh Unit SAR Kota Bandung.

.

Program Studi PGPAUD FIP UPI Rayakan Dies Natalis ke-29 dengan Penuh Semangat dan Kebersamaan

Bandung, 9 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan peringatan Dies Natalis ke-29 pada hari Senin, 9 Desember 2025. Acara berlangsung meriah di Ruang Auditorium Gedung FIP Lantai 10, dimulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan syukur atas perjalanan PGPAUD sebagai program studi yang terus berkembang menjadi pelopor pendidikan guru anak usia dini di Indonesia. Dies Natalis ke-29 kali ini diisi dengan rangkaian acara yang penuh makna, mulai dari sambutan inspiratif hingga penampilan kesenian yang memukau.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dari para pimpinan dan tokoh pendiri. Pertama, Yeni Rachmawati, M.Pd., Ph.D., selaku Kaprodi PGPAUD FIP UPI, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh civitas akademika dalam memajukan program studi. Selanjutnya, Dr. Nandang Budiman, M.Si., Dekan FIP UPI, memberikan arahan dan dukungan penuh untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Tak ketinggalan, dua dosen purnabakti yang juga merupakan pendiri PG-TK (cikal bakal PGPAUD saat ini), yaitu Dra. Masitoh, M.Pd. dan Dr. Ocih Setiasih, M.Pd., turut memberikan sambutan penuh haru serta berbagi kisah perjuangan awal berdirinya program studi ini.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pentas kesenian dari masing-masing angkatan mahasiswa PGPAUD. Penampilan beragam, mulai dari permainan angklung yang merdu, nyanyian bersama, hingga tarian tradisional yang memukau, berhasil menghibur dan menyatukan seluruh peserta. Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi penghargaan dari program studi kepada para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Penghargaan ini menjadi bentuk terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik calon guru PAUD yang berkualitas.

Dies Natalis ke-29 PGPAUD FIP UPI berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat kolaborasi. Semoga peringatan ini menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar PGPAUD untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Selamat Dies Natalis ke-29, PGPAUD FIP UPI! Semakin maju, semakin unggul!

PGPAUD FEST x BAZZAR PGPAUD 2025

Kegiatan PGPAUD Fest dan Bazar PGPAUD FIP UPI “Melangkah Bersama Menuju Generasi Emas”

Bandung, 6 Desember 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, berhasil menyelenggarakan kegiatan PGPAUD Fest dan Bazar 2025 yang bertempat di Area Parkiran FIP Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan berbagai perlombaan, bazar, serta pertunjukan yang melibatkan mahasiswa PGPAUD dari berbagai angkatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan peserta yang diarahkan oleh panitia dari bidang Humas, Koordinator Lapangan, Acara, dan Kestari. Selanjutnya, para peserta bazar melakukan persiapan dan penataan tenant masing-masing sebelum kegiatan dimulai.

Acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana dan Wakil Ketua BE HIMA PGPAUD. Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, dilakukan pemotongan pita sebagai simbolis pembukaan PGPAUD Fest dan Bazar 2025. Suasana acara semakin semarak dengan pelaksanaan Fashion Show Maskot Tenant serta pengenalan jargon kegiatan yang dipandu oleh MC.

Rangkaian perlombaan berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan lomba diawali dengan Lomba Tarik Tambang yang dimulai pada pukul 09.04, dilanjutkan dengan Lomba Gobak Sodor pada pukul 09.34. Selanjutnya, Lomba Balon Ekor Naga dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pada pukul 11.38 dan sesi kedua pada pukul 12.36. Seluruh perlombaan dipandu oleh MC dan komentator sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan kondusif.

Setelah seluruh rangkaian lomba pagi selesai, peserta dan panitia melaksanakan ISHOMA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persiapan serta pelaksanaan Lomba Futsal.
Menjelang sore hari, seluruh rangkaian kegiatan PGPAUD Fest dan Bazar 2025 ditutup secara resmi oleh MC. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama setiap kelas dan angkatan sebagai bentuk dokumentasi serta kenangan dari pelaksanaan PGPAUD Fest dan Bazar 2025

Dosen Excesia University College Australia Berbagi Wawasan Cultural Responsive Pedagogy kepada Mahasiswa S1 PGPAUD UPI

Bandung, 5 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) S1 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) kembali menggelar kuliah tamu internasional dengan menghadirkan Dr. Murni Sianturi, M.Ed., Ph.D., dosen tetap Excesia University College, Australia.

Bertajuk “Cultural Responsive Pedagogy & Sustainability in Early Childhood Education: Pengalaman Australia dan Relevansinya bagi Indonesia”, kuliah tamu ini diselenggarakan pada Kamis, 5 Desember 2025, di Auditorium Lantai 10 Gedung FIP UPI.

Dalam sesi yang berlangsung selama dua jam tersebut, Dr. Murni Sianturi menyampaikan strategi pengajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya anak serta integrasi prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam pendidikan anak usia dini. Ia juga membagikan praktik terbaik dari Australia yang dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia.

Site Icon

Acara dimoderatori oleh Aditya Aditama Putri HK, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi PGPAUD FIP UPI, dan diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa S1 PGPAUD yang terdiri atas mahasiswa Indonesia dan sejumlah mahasiswa internasional.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan menjadi bagian dari rangkaian program internasionalisasi Prodi PGPAUD S1 FIP UPI untuk memperkaya perspektif global calon guru PAUD Indonesia.

Program Studi S2 PAUD FIP UPI Gelar Ujian Seminar Proposal bagi 13 Mahasiswa

Bandung, 4 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menyelenggarakan Ujian Seminar Proposal Tesis bagi 13 mahasiswa angkatan 2024 dan sebagian angkatan sebelumnya pada Rabu, 4 Desember 2025.

Kegiatan berlangsung secara serentak di beberapa ruang kelas dan ruang rapat Lantai 4 Gedung FIP UPI mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Adapun ke-13 mahasiswa yang mengikuti ujian seminar proposal tersebut adalah:

  1. Stevanya Lucia Wety Wollo (NIM 2411051)
  2. Ainnun Ibrahim Hamid (NIM 2411052)
  3. Fitria Rahmah (NIM 2521774)
  4. Nurul Zakiyyah (NIM 2409954)
  5. Dianne Brilliantie Rosalind (NIM 2411141)
  6. Alfianti Arini G (NIM 2409237)
  7. Mariyolin Grace Hande (NIM 2410493)
  8. Tiara Lisania Sidqia (NIM 2521171)
  9. Lusi Yuliani (NIM 2410186)
  10. Ristiany (NIM 2410278)
  11. Salsabila Khoerunnisa (NIM 2411247)
  12. Afrilliany (NIM 2410906)
  13. Fakhita Indira Haris (NIM 2410104)
  14. Bimbi Lastri Prima Asih (NIM 2411059)

Setiap mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian tesisnya di hadapan tim penguji yang terdiri atas dosen pembimbing dan penguji internal prodi.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi S2 PAUD FIP UPI sebelum mahasiswa melanjut ke tahap pengumpulan data dan penulisan tesis. Prodi S2 PAUD FIP UPI terus berkomitmen mendampingi mahasiswa hingga lulus tepat waktu dengan kualitas penelitian yang tinggi.

Dosen Excesia University College Australia Berikan Kuliah Tamu di Prodi PAUD S2 FIP UPI

Bandung, 4 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pascasarjana Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Cultural Responsive Pedagogy & Sustainability in Early Childhood Education: Perspektif Australia dan Indonesia”.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber Dr. Murni Sianturi, M.Ed., Ph.D., dosen tetap dari Excesia University College, Australia. Acara berlangsung pada Rabu, 4 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di Ruang Kelas Internasional Lantai 3 Gedung FIP UPI.

Dalam paparannya, Dr. Murni Sianturi memaparkan pendekatan pedagogi yang responsif terhadap keragaman budaya serta pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi anak usia dini. Ia membandingkan praktik terbaik di Australia dengan konteks Indonesia, termasuk bagaimana nilai-nilai lokal dapat diintegrasikan dalam kurikulum PAUD untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Acara dimoderatori oleh Ridha Marissa El Seira, S.Pd., M.Pd., M.Ed., dosen Program Studi PGPAUD FIP UPI. Turut hadir sebagai peserta adalah mahasiswa S2 PAUD yang terdiri atas mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi PAUD S2 FIP UPI untuk memperluas wawasan global mahasiswa serta memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan anak usia dini.

The Guardian Earth: Project Mitigasi Bencana Bersama Anak Usia Dini

Selasa, 27 November 2025, mahasiswa Program Studi PGPAUD Angkatan 2022 yang mengontrak mata kuliah Mitigasi Bencana PAUD di bawah bimbingan Dr. Euis Kurniati, M.Pd., dan Ridha Marissa El Seira, M.Pd., M.Ed., melaksanakan proyek pembelajaran bertema The Guardian Earth: KidsZona. Kegiatan berdampak ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian project yang dilaksanakan di masyarakat dan lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan pada 27 November 2025 bertempat di RA Mustika, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, kegiatan diikuti oleh 48 anak dan dirancang untuk mengenalkan mitigasi bencana melalui pendekatan bermain sambil belajar, mulai dari pengenalan jenis bencana, langkah aman saat gempa, ruang aman, hingga memahami Tas Siaga yang perlu disiapkan bersama orang tua.

Melalui aktivitas yang ramah anak dan berbasis pengalaman langsung, proyek ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi fondasi bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang lebih tangguh, peduli, dan siap merespons situasi darurat dengan cara yang tepat.